Minggu, 08 Juli 2012

The History of Karinding


Awalnya karinding adalah alat yang digunakan oleh para karuhun untuk mengusir hama di sawah bunyinya yang low decible sangat merusak konsentrasi hama. Karena ia mengeluarkan bunyi tertentu, maka disebutlah ia sebagai alat musik. Bukan hanya digunakan untuk kepentingan bersawah, para karuhun memainkan karinding ini dalam ritual atau upaca adat. Maka tak heran jika sekarang pun Karinding Alat Musik Tradisional. Karinding digunakan sebagai pengiring pembacaan rajah. Bahkan, konon, karinding ini digunakan oleh para kaum lelaki untuk merayu atau memikat hati wanita yang disukai. Jika keterangan ini benar maka dapat kita duga bahwa karinding, pada saat itu, adalah alat musik yang popular di kalangan anak muda hingga para gadis pun akan memberi nilai lebih pada jejaka yang piawai memainkannya. Mungkin keberadaannya saat ini seperti gitar, piano, dan alat-alat musik modern-popular saat ini. Karinding terbagi menjadi tiga ruas: ruas pertama menjadi tempat mengetuk karinding dan menimbulkan getaran di ruas tengah. Di ruas tengah ada bagian bambu yang dipotong hingga bergetar saat karindingdiketuk dengan jari. Dan ruas ke tiga (paling kiri) berfungsi sebagai pegangan.
            Cara memainkan karinding cukup sederhana, yaitu dengan menempelkan ruas tengah karinding di depan mulut yang agak terbuka, lalu memukul atau menyentir ujung ruas paling kanan karinding dengan satu jari hingga “jarum” karinding pun bergetar secara intens. Dari getar atau vibra “jarum” itulah dihasilkan suara yang nanti diresonansi oleh mulut. Suara yang dikeluarkan akan tergantung dari rongga mulut, nafas, dan lidah. Secara konvensional nada atau pirigan dalam memainkan karinding ada empat jenis, yaitu: tonggeret, gogondangan, rereogan, dan iring-iringan.


Skate Day


Salah satu olahraga extreme yang sedang digandrungi oleh anak-anak muda khususnya kota bandung yaitu skateboard. Dan kemarin pada tanggal 21 juni diperingatinya hari jadi skateboarding dunia, para skateboarder (panggilan bagi para pemain skateboard) tumpah ruah kejalan long march street downhill dari dago tea house menuju saparua. Anak-anak, tua, muda, perempuan semua mengikutinya, tidak hanya komunitas skateboard saja yang ikut serta dalam memeriahkan skate day ada juga dari komunitas dari sepeda bmx, dll.
Berpusat di saparua acara d lanjutkan dengan kompetisi-kompetisi oleh para skateboarder  amatir maupun yang professional. tetapi dengan space yang sempit serta sarana dan prasarana yang kurang dengan peserta yang cukup banyak  acara tetap berlanjut karena acara seperti ini hanya bisa dinikmati setahun sekali. Dengan begini membuktikan bahwa komunitas skateboard bukan komunitas yang kecil yang ada di kota bandung. Dengan di adakannya acara seperti ni pemerintah harusnya bisa melihat betapa besar potensi bakat para anak muda bandung yang tidak bisa mengembangkan bakatnya karena kurangnya sarana dan prasarana yang tersedia  di kota bandung ini. Dan salah satu icon skateboard di kota bandung pevi permana salah satu pemain skateboard Indonesia yang bisa berkiprah kancah internasional. 


Oleh : Subroto Adim Sumanjaya

Situasi Area Car Free Day


Situasi yang terdapat di Car Free Day minggu (24/6) sangatlah mengagumkan antusias warga kota bandung yang terutama yang rumahnya dekat sekitar dengan dago sangatlah bersemangat diliat dengan aktivitas yang dilakukan oleh warga kota bandung, berbagai macam activitas yang dilakukan sangatlah positif untuk menampung activitas masyarakat di pagi hari dengan menganjurkan masyarakat untuk berolahraga. 
Ide atau gagasan pemerintah kota bandung dengan apa yang di adakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menampung aktivitas olahraga masyarakat pada warga di kota bandung yang terutama berpusat di daerah Dago tepatnya jalan.ir.h.juanda yang dinamakan oleh pemerintah area CAR FREE DAY. 
Di area car free day banyak terdapat komunitas yang terkumpul di satu lingkup area car free day itu sendiri, ada komunitas olahraga, komunitas seni, dll.  Di antaranya komunitas olah raga dan seni terdiri dari : komunitas sepeda fixy, komunitas sepeda BMX, sepeda mtb, sepeda roda tiga, sepeda geol. Ada juga komunitas skatboar, freestyle bola, senam, sepatu roda, freestyle yoyo, komunitas perkusi, dll.

Di antara itu juga di area car free day terdapat mobil kesehatan yang dapat di manfaatkan untuk kita atau masyarakat yang melakukan aktivitas olahraga dapat mengecek kesehatannya sekedar untu cek tensi darah, timbang berat badan, tetapi di antara itu semua kita di tarif uang sebesar dua ribu rupiah.    
Area car free day terdapat berbagai macam komunitas dan activitas olahraga yang di lakukan oleh masyarakat di hari minggu pada pagi hari di antaranya banyak dilihat adalah komunitas sepeda yang banyak terdapat di berbagai tempat di area car free day dago.  Untuk itu manfaatkan lah pasilitas yg disediakan oleh pemerintah.